Event

Dalam suatu penyelanggaran tentu saja ada para panitia-panitia dalam event tersebut. beberapa orang mungkin akan takut event tidak berjalan baik atau tidak sesuai dengan ekspetasi bahkan berakir "GAGAL" atau lebih tepatnya event tersebut sama sekali tidak berjalan di karenakan banyak faktor.
membuat konsep event sesungguhnya tidak sulit namun rumit dan memerlukan prosedur yang sesuai.  menjadi seorang Event Organizer (EO) profesional diperlukan banyak melihat dan berfikir serta niat. Selain diwajibkan memiliki perencanaan yang matang serta keharusan memiliki kerja sama tim yang baik,
berikut ini tips atau cara dari kami untuk membuat konsep event menjadi menarik ala Event Organizer :

 

Mencari Tema dengan Brainstroming

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah Brainstroming. Bahasa yang mudah di pahami ialah pengambilan konsep/ide/tema secara alamia. pengambilan ide harus dicatat dan nantinya akan di voting  untuk menentukan konsep serta tema mana yang akan dipilih. konsep tersebut tidak harus masuk akal namun harus tetap dicatat, dan bersifat subjective menurut pandangan masing-masing individu.
Placeholder Image

Pembagian Tugas

langkah kedua, diwajibkan memiliki Job Desk, Job desk merupakan pembagian Tugas yang nantinya akan sangat berpengaruh saat penyelengaran event.
Tugas panitia acara harus jelas agar pembagian tugas merata, pastikan jika Team anda memiliki kemampuan dalam bidang yang diberikan.

Meet Up dan Menjaga Mood

Langkah Ketiga selalu bertemu dengan satu tim untuk berdiskusi secara berkala dapat mempercepat proses pembuatan event. Pertemuan di sarankan 1 minggu 4 kali dikarenakan Ketua Panitia Event tersebut dapat memantau langsung proses berjalan dan perbaikan kesalahan akan lebih cepat terlihat jika lebih sering bertemu.
Saat bertemu dipastikan mood dalam keadaan baik dan harus selalu baik agar ide/konsep terus bertumbuh berguna untuk mensempurnakan event tersebut.

Membuat Anggaran

Langkah ke4, daftar anggaran yang harus dibeli seperti sewa tempat, transportasi, makanan dan lainya yang harus sudah ada jauh-jauh hari sebelum event dimulai.
bukan hanya karena persiapan saat event nantinya namun juga untuk berjaga-jaga jika dana yang dimiliki kurang dan panitia harus mencari sponsor/dana lebih jika di perlukan.
Setelah membuat daftar kebutuhan maka lanjutkan dengan melakukan budgeting. Membuat budgeting atau anggaran ini akan membantu kamu mengetahui gambaran biaya operasional yang dibutuhkan untuk mewujudkan acara.

Membuat Rundown

Membuat rundown acara jauh-jauh hari ini bisa membantu anggota tim memahami secara mendalam alur acara. Rundown yang dibuat jauh-jauh hari ini pun bisa membuat seluruh anggota tim mengetahui arah acara yang akan digelar dan tentunya persiapannya lebih matang.

Membuat Timeline

Untuk membuat timeline ini, mulai dengan mendata apa saja yang harus dilakukan setiap anggota tim dan tentukan deadlinenya. Menentukan deadline ini bukan berarti kamu berniat menekan setiap anggota tim, tetapi sekedar memastikan mereka tidak menunda kewajibannya dalam melaksanakan tugasnya.
Setelah timeline dibuat, jangan lupa untuk melakukan follow up pada semua anggota tim. Seperti apa saja yang sudah dibuat, apa masalahnya dan berikan solusi. Kegiatan ini bisa meminimalisir kesalahan yang terjadi di acara nantinya.

Siap Dengan Hasil Terburuk

Membuat Plan B (cadangan) bukan berarti berharap jika Plan yang akan dibuat gagal. namun situasi tidak terduga bisa saja terjadi, maka diperlukan persiapan untuk hal yang terburuk yaitu plan B.
Plan B ini misalnya, jika anda hendak melangsungkan sebuah acara di outdoor. Maka buatlah rencana B dengan menyediakan tenda, atau memastikan jika ada ruang lain yang dapat digunakan.

Pentingnya Kerjasama Tim

langkah berikutnya adalah kerja sama Tim, sering kali panitia tidak siap saat-saat acara dimulai sehingga banyak ketidak siapan dalam penyelengaran event tersebut. dalam satu tim di perlukan Gladiresik.
kesuksesan event dilihat bukan saat event berlangsung saja namun pada saat event selesai pun. Perlu di ingat jika komunikasi adalah kunci keberhasilan dari event apapun maka diperlukan komunikasi verbal/non-verbal, dan alangkah indahnya jika event ini dapat berada dibenak pengunjung nya dan diingat selalu.

Terima Kasih (Ind)